Bahaya Sleep Call: Dampak Kesehatan & Cara Aman Mengatasinya

bahaya sleep call

Bahaya Sleep Call. Kami ngerti banget, tidur sambil dengar suara orang tersayang lewat telepon itu terasa nyaman. Apalagi buat kamu yang lagi LDR atau baru jadian, sleep call jadi semacam kebiasaan manis yang bikin tidur terasa ditemani. Rasanya kayak dipeluk dari jauh, ya.

Tapi, apakah sleep call ini aman kalau dilakukan setiap malam? Apakah nyaman di awal bisa berubah jadi gangguan kesehatan di belakang? Di artikel ini, kami akan bahas dari berbagai sisi fisik, mental, sosial, bahkan hubungan kamu sendiri. Bukan buat nakut-nakutin, tapi supaya kamu bisa lebih sadar dan bijak.

Apa Itu Sleep Call dan Kenapa Banyak Orang Melakukannya

Sleep call itu istilah untuk telepon atau video call yang dilakukan sampai salah satu atau keduanya tertidur. Biasanya dibiarkan menyala sepanjang malam. Aplikasi yang paling sering dipakai antara lain WhatsApp, Discord, dan Telegram.

Awalnya, sleep call terasa menyenangkan. Ada rasa aman, nggak kesepian, dan seolah kamu dan pasangan ada di ruangan yang sama. Buat sebagian orang, ini jadi rutinitas penting sebelum tidur.

Masalahnya muncul ketika sleep call jadi kebiasaan harian yang sulit dihentikan. Di sinilah sleep call mulai punya sisi gelap yang jarang dibahas.

Sleep Call Bisa Merusak Kualitas Tidur

Salah satu efek terbesar dari sleep call adalah gangguan tidur. Meskipun kelihatannya kamu tertidur, kualitas tidurmu bisa jauh dari ideal.

Paparan cahaya biru dari layar HP bisa menurunkan produksi melatonin, hormon alami yang membantu tubuh tertidur. Tanpa cukup melatonin, kamu mungkin susah tidur nyenyak dan tidak masuk ke fase tidur dalam yang sangat dibutuhkan tubuh untuk regenerasi.

Menurut sebuah studi dari National Institutes of Health (NIH), penggunaan smartphone menjelang tidur meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan tidur dan masuk dalam kategori poor sleeper. Sleep call, yang melibatkan paparan layar dalam waktu lama di malam hari, termasuk dalam kebiasaan yang disorot dalam studi ini.

Studi lain dari NIH juga menunjukkan bahwa penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur berkorelasi dengan kualitas tidur yang lebih buruk, karena mengganggu ritme sirkadian tubuh. Sleep call masuk dalam kategori ini karena biasanya dilakukan di tempat tidur dengan layar menyala dan suara terus-menerus.

Bukan cuma soal sulit tidur. Sleep call bisa membuat kamu terbangun berkali-kali akibat suara notifikasi, suara napas pasangan, atau ponsel yang panas. Ini disebut sleep fragmentation, dan bisa membuat kamu tetap merasa lelah meskipun tidur terlihat cukup. Masalah ini dijelaskan juga dalam artikel di Uniland Sleep Kenapa Ngantuk Terus Padahal Tidur Cukup. 

Bahaya Kesehatan Lainnya yang Tidak Disadari

Paparan cahaya biru dalam gelap bisa merusak kesehatan mata, terutama jika ini jadi kebiasaan setiap malam. Layar ponsel yang kecil tapi terang bisa menyebabkan mata cepat lelah, bahkan membuat kamu susah fokus keesokan harinya.

Penggunaan HP di dekat kepala dalam waktu lama juga membawa potensi paparan radiasi elektromagnetik. Dalam jangka panjang, radiasi ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, meskipun studi masih berlangsung untuk mengkonfirmasi secara penuh. Tetap saja, kebiasaan meletakkan ponsel menyala di bantal sepanjang malam bukanlah pilihan aman.

Yang jarang dibahas, tapi nyata, adalah risiko kebakaran. Sleep call sambil mengisi daya ponsel dan menaruhnya di kasur atau dekat bantal bisa membuat ponsel cepat panas. Jika tertutup selimut atau terkena bahan mudah terbakar, ini bisa memicu korsleting atau bahkan ledakan.

Selain itu, kurang tidur kronis yang disebabkan oleh sleep call berulang bisa meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, hingga stroke.

Kalau kamu merasa tetap lelah meski sudah tidur lama, bisa jadi ada masalah di kualitas tidurmu. Ini juga dibahas dalam artikel Sudah Tidur Cukup Tapi Tetap Capek. 

Sleep Call dan Dampaknya ke Kesehatan Mental

Kenyamanan sleep call bisa berubah jadi jebakan emosional. Banyak orang mulai merasa gelisah kalau tidak sleep call. Beberapa bahkan jadi sulit tidur sendiri tanpa suara pasangan, meskipun pasangan sedang sibuk atau tidak bisa online.

Hal ini mengganggu kemampuan kamu untuk menenangkan diri secara mandiri, atau istilahnya self-soothing. Ketika kamu tidak bisa tidur tanpa kehadiran orang lain secara virtual, itu bisa menandakan ketergantungan emosional.

Belum lagi munculnya perasaan cemas kalau panggilan terputus, atau overthinking saat pasangan mendadak offline. Ini bisa memicu ketegangan dan rasa tidak aman dalam hubungan.

Gangguan Sleep Call terhadap Hubungan dan Kehidupan Sosial

Sleep call bisa membuat hubungan terlihat dekat, tapi sebenarnya bisa menurunkan kualitas komunikasi. Kamu dan pasangan mungkin terbiasa "bersama" tiap malam, tapi jadi jarang ngobrol serius karena merasa sudah cukup terhubung lewat panggilan panjang.

Kebiasaan ini juga bisa menimbulkan konflik. Ada ekspektasi harus selalu online, padahal masing-masing butuh waktu istirahat. Selain itu, sleep call yang berlangsung berjam-jam bisa mengganggu aktivitas lain waktu bersama keluarga, pekerjaan, bahkan pertemanan.

Dalam beberapa kasus, sleep call juga dipakai sebagai alat kontrol emosional. Misalnya, pasangan yang menganggap kamu kurang cinta hanya karena kamu menolak sleep call karena lelah. Ini bisa mengarah ke dinamika hubungan yang tidak sehat.

Risiko Khusus untuk Remaja dan Anak Muda

Remaja adalah kelompok yang paling rentan dengan sleep call. Masa pertumbuhan mereka membutuhkan tidur yang cukup dan berkualitas. Tapi karena sleep call, banyak remaja yang tidur terlalu malam, atau bahkan tidur dengan lampu dan layar menyala.

Gangguan tidur ini bisa menurunkan fokus belajar, membuat remaja lebih emosional, dan meningkatkan risiko terlibat dalam cyber intimacy yang tidak sehat. Terlebih jika tidak ada pengawasan, kebiasaan ini bisa membuka pintu untuk eksploitasi digital atau gangguan psikologis jangka panjang.

Artikel Berapa Jam Tidur Remaja membahas pentingnya waktu tidur yang tepat di usia ini.

Tanda Sleep Call Sudah Jadi Masalah Serius

Kalau kamu mengalami beberapa hal ini, bisa jadi sleep call sudah masuk ke tahap yang tidak sehat:

  • Kamu tidak bisa tidur tanpa sleep call

  • Kamu merasa bersalah jika tidak menjawab atau mematikan panggilan

  • Kamu rela menunda tidur demi nunggu pasangan online

  • Kamu merasa gelisah kalau tidak sleep call

  • Kamu menghindari saran dari teman atau keluarga untuk menguranginya

  • Kamu mulai kehilangan waktu pribadi hanya untuk menjaga rutinitas sleep call

  • Kalau tanda-tanda ini muncul, saatnya kamu mulai ambil langkah.

Cara Aman Mengelola Kebiasaan Sleep Call

Mengubah kebiasaan bukan berarti harus langsung berhenti. Tapi kamu bisa mulai dari:

  • Membatasi durasi sleep call

  • Akhiri panggilan sebelum kamu tertidur

  • Gunakan voice note untuk tetap terkoneksi

  • Aktifkan mode pesawat saat tidur

  • Buat rutinitas bonding di jam yang lebih sehat

  • Bicarakan batasan ini dengan pasangan

  • Latih kemandirian emosional secara perlahan

Selain memperbaiki kebiasaan digital, lingkungan tidur juga penting. Kasur yang nyaman bisa membantu kamu tertidur lebih cepat dan nyenyak, tanpa perlu bergantung pada suara dari HP. Untuk tahu lebih lanjut soal kualitas tidur yang didukung postur tubuh dan lingkungan tidur yang baik, kamu bisa cek koleksi kasur di Uniland Sleep.

Lihat Produk : Rekomendasi Kasur Terbaik

Alternatif Sehat Pengganti Sleep Call

Kamu tetap bisa menjaga kedekatan tanpa harus sleep call tiap malam. Coba beberapa hal ini:

  • Voice note ucapan selamat tidur

  • Menulis jurnal malam

  • Doa atau meditasi ringan

  • Quality time yang dijadwalkan di siang atau sore

  • Musik relaksasi yang bikin rileks

  • Tidur dengan lampu minim dan suasana tenang

  • Membaca buku sebelum tidur

Kamu bisa lihat juga manfaat tidur dengan lampu mati di artikel ini: Tidur dengan Lampu Mati.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sleep Call

1. Apakah sleep call berbahaya jika dilakukan sesekali?
Tidak. Yang berisiko adalah jika jadi kebiasaan harian tanpa kontrol.

2. Apakah sleep call mengganggu tidur?
Iya, karena melibatkan layar, suara, dan kadang emosi yang bikin tidur tidak berkualitas.

3. Apakah sleep call bisa bikin ketergantungan?
Bisa. Apalagi jika kamu merasa nggak bisa tidur tanpa sleep call.

4. Bagaimana cara berhenti sleep call tanpa menyakiti pasangan?
Komunikasikan alasanmu dengan jujur. Mulai ganti kebiasaan dengan cara yang tetap menjaga kedekatan.

5. Apakah sleep call aman untuk remaja?
Sebaiknya dibatasi, karena remaja butuh tidur berkualitas untuk tumbuh optimal.

6. Apakah sleep call tanda hubungan tidak sehat?
Tidak selalu. Tapi kalau sudah mengganggu tidur, emosi, dan rutinitas harian, itu perlu dikaji ulang.

Kesimpulan

Sleep call itu nggak salah. Tapi kalau dilakukan setiap hari tanpa batas, kebiasaan ini bisa berdampak serius ke kesehatan fisik, mental, dan hubungan kamu.

Kualitas tidur bisa menurun, kamu jadi bergantung secara emosional, bahkan muncul konflik dalam hubungan. Yang terbaik adalah mulai bangun kebiasaan tidur sehat, tentukan batasan digital, dan jaga kedekatan dengan pasangan lewat cara yang lebih seimbang.

Karena tidur yang tenang dan berkualitas adalah bentuk cinta juga untuk diri sendiri.